Minggu, 09 Oktober 2016

Silat Merpati Putih

SILAT MERPATI PUTIH

 A.   Arti Nama dan Motto
Arti dari Merpati Putih itu sendiri adalah suatu singkatan dalam bahasa Jawa, yaitu:

Mersudi Patitising Tindak Pusakane Titising Hening yang dalam bahasa Indonesia berarti "Mencari sampai mendapat Kebenaran dengan Ketenangan" sehingga di harapkan seorang Anggota Merpati Putih akan menyelaraskan hati dan pikiran dalam segala tindakannya. Selain itu PPS Betako Merpati Putih mempunyai motto: "Sumbangsihku tak berharga, namun Keikhlasanku nyata".

  B.   Sejarah
Merpati putih (MP) merupakan warisan budaya peninggalan nenek moyang Indonesia yang pada awalnya merupakan ilmu keluarga Keraton yang diwariskan secara turun-temurun yang pada akhirnya atas wasiat Sang Guru ilmu Merpati Putih diperkenankan dan disebarluaskan dengan maksud untuk di tumbuh kembangkan agar berguna bagi negara.

Awalnya aliran ini dimiliki oleh Sampeyan Dalem Inkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pangeran Prabu Mangkurat Ingkang Jumeneng Ing Kartosuro kemudian ke BPH Adiwidjojo (Grat I). Lalu setelah Grat ke tiga, R. Ay. Djojoredjoso ilmu yang diturunkan dipecah menurut spesialisasinya sendiri-sendiri, seni beladiri ini mempunyai dua saudara lainnya. yaitu bergelar Gagak Samudro dan Gagak Seto. Gagak Samudro diwariskan ilmu pengobatan, sedangkan Gagak Seto ilmu sastra. Dan untuk seni beladiri diturunkan kepada Gagak Handoko (Grat IV). Dari Gagak Handoko inilah akhirnya turun temurun ke Mas Saring lalu Mas Poeng dan Mas Budi menjadi PPS Betako Merpati Putih. Hingga kini, kedua saudara seperguruan lainnya tersebut tidak pernah diketahui keberadaan ilmunya dan masih tetap dicari hingga saat ini di tiap daerah di tanah air guna menyatukannya kembali.

Pada awalnya ilmu beladiri Pencak Silat ini hanya khusus diajarkan kepada Komando Pasukan Khusus di tiap kesatuan ABRI dan Polisi serta Pasukan Pengawalan Kepresidenan (Paspampres).

Didirikan pada tanggal 2 April 1963 di Yogyakarta, mempunyai kurang lebih 85 cabang dalam negeri dan 4 cabang luar negeri dengan jumlah kolat (kelompok latihan) sebanyak 415 buah (menurut data tahun 1993 yang tersebar di seluruh Nusantara dan saat ini mempunyai anggota sebanyak kurang lebih dua setengah juta orang lulusan serta yang masih aktif sekitar 100 ribu orang dan tersebar di seluruh Indonesia.

Sang Guru Merpati Putih adalah Bapak Saring Hadi Poernomo, sedangkan pendiri Perguruan dan Guru Besar sekaligus pewaris ilmu adalah Purwoto Hadi Purnomo dan Budi Santoso Hadi Purnomo sebagai Guru Besar terakhir yaitu generasi ke sebelas (Grat XI).
Amanat Sang Guru, seorang Anggota Merpati putih haruslah mengemban amanat Sang Guru yaitu :
·                     Memiliki rasa jujur dan welas asih, percaya diri sendiri.
·                     Keserasian dan keselarasan dalam penampilan sehari-hari.
·                     Menghayati dan mengamalkan sikap itu agar menimbulkan Ketaqwaan kepada Tuhan.

Hingga tahun 1998 PPS Betako Merpati Putih masih hanya untuk Warga Negara Indonesia saja. Namun karena minat dari luar negeri sangat banyak dan antusias, MP mulai membuka diri untuk menerima anggota dari luar negeri. Adalah Nate Zeleznick dan Mike Zeleznick sebagai orang berkulit putih pertama yang diajarkan pencak silat ini pada tahun 1999 dan menjadi Pelatih Merpati Putih Pertama di Amerika untuk umum. Pada awal bulan Oktober 2000 Mas Pung dan Mas Budi meresmikan American School of Merpati Putih yang pertama berlokasi di Ogden City Mall, Utah. MP adalah satu-satunya Pencak Silat yang diselidiki secara ilmiah mengenai masalah adanya tenaga dalam.

Liburan Di Yogyakarta

LIBURAN 
Liburan yang lalu saya pergi sekeluarga pergi ke yogya. Yogya merupakan sebuah daerah yang secara geografis letaknya berbatasan dengan jawa tengah. Yogya yang pemimpin pemerintahannya seorang Sultan ini merupakan sebuah daerah yang kaya akan tempat wisata dan kuliner. Yogya juga merupakan kota pelajar karena ada banyak sekali sekolah dan perguruan tinggi disini sehingga Yogya banyak dihuni oleh para pendatang yang menuntut ilmu disana.
            Kami berangkat dari depok pukul 18.00, Di perjalanan kami terjebak macet karena pada saat itu sedang musim liburan, dan kami pada saat macet itu senang-senang saja mengalami kemacetan, karena sudah banyak pikiran yang ada ketika di depok makannya kami sekeluarga menjalani perjalanan ini dengan hati senang walaupun kondisi di jalanan pada saat itu sedang macet.
Kami berada di Yogya selama 4 hari, Pada saat itu kami sekeluarga baru sampai di sana pada saat subuh ketika itu hotel pada saat itu penuh. Dan ketika pukul 9 kita masih mencari hotel dan akhirnya ketemu di daerah dekat malioboro. Pada hari pertama liburan saya hanya mengitari malioboro saja dan pada saat hari kedua saya jalan ke arah gunung kidul untuk berjalan ke gua pindul meskipun macet pada saat itu karena ada kecelakaan kami tetap berkunjung ke daerah sana. Pada saat itu kami sekelurga sampai di tempat sekitar pukul 12.00 waktunya memasuki shalat zuhur dan kami pun bergegas untuk isoma.
            Goa pindul itu sendiri adalah wisata menulusuri sungai di dalam goa pindul dengan menggunakan ban pelampung dan di dampingin oleh pemandu tempat tersebut terletak di daerah desa beji harjo. Pemandangan di sana tidak kalah indah dengan tempat wisata yang lain. Dan kami menhabiskan waktu sampai pukul 15.00 di sana. Untuk urusan kuliner, kami juga mencoba kuliner khas Yogya. yaitu pecel depan pasar bringharjo, gudeg di Wijilan rasanya pun tidak kalah nikmat dengan restoran- restoran.
            Dan malam pun tiba kami pun sekeluarga istirahat di hotel tempat kami menginap, dan pagi hari pun datang kami pun sekeluarga merencanakan pergi ke candi borobudur dan kami pun bersiap-siap untuk pergi kesana,pada saat itu kami telah sampai di sana dan berkeliling sekitaran candi borobudur dan cuaca disana pada saat itu sedang panas. Dan tidak berasa sudah pukul 16.00 dan saya pun sekeluarga memutuskan untuk balik ke hotel untuk beristirahat dan makan . Dan hari terakhir di yogya pun telah tiba kami sekelurga hanya jalan jalan kekeraton dan hanya membeli oleh-oleh untuk sanak keluarga yang ada di jakarta. Dan pada saat malam hari kami jalan jalan sekitaran malioboro untuk mrnimati keindahan malah dimalioboro dana membeli oleh-oleh sambil menikmati jajanan yang disuguhkan di jalan malioboro.
Dan malam pun tiba kami sekeluarga beristirahat untuk mengembalikan stamina kami untuk balik ke tempat tinggal kami yaitu di depok karena penjalanan untuk menuju depok jauh dan melelahkan karena pada saat itu macet karena masih musim liburan. Banyak kenangan serta pengalaman seru yang kami dapat selama kami berada di Yogya. Hilang sudah penat dan stress sekembalinya kami dari Yogya. Berbagai macam oleh-oleh siap kami bagikan ke keluarga, teman, dan kerabat. Mulai dari batik, bakpia, sampai aneka makanan tradisonal yang menjadi oleh-oleh khas Yogya telah kami borong dan dikemas rapi di bagasi mobil. Dan penjalanan sudah selesai dan kita sudah sampai di depok dan siap untuk beraktivitas kembali.

Wayang Arjuna

ARJUNA
   ARJUNA adalah nama seorang tokoh protagonis dalam wiracarita Mahabharata. arjuna dikenal sebagai anggota Pandawa yang berparas menawan dan berhati lemah lembut. Dalam Mahabharata diriwayatkan bahwa arjuna merupakan putra Prabu Pandu, raja di Hastinapura dengan Kunti atau Perta, putri Prabu Surasena, raja Wangsa Yadawa di Mathura. Mahabharata mendeskripsikan Arjuna sebagai teman dekat Kresna, yang disebut dalam kitab Purana sebagai awatara penjelmaan Dewa Wisnu. Hubungan antara Arjuna dan Kresna sangat dekat, sehingga Arjuna meminta kesediaannya sebagai penasihat sekaligus kusir kereta Arjuna saat perang antara Pandawa dan Korawa berkecamuk Bharatayuddha. Dialog antara Kresna dan Arjuna sebelum perang Bharatayuddha berlangsung terangkum dalam suatu kitab tersendiri yang disebut Bhagawadgita, yang secara garis besar berisi wejangan suci yang disampaikan oleh Kresna karena Arjuna mengalami keragu-raguan untuk menunaikan kewajibannya sebagai seorang kesatria di medan perang.

A. Kelahiran Arjuna        
Dalam Mahabharata diceritakan bahwa Prabu Pandu tidak bisa melanjutkan keturunan karena dikutuk oleh seorang resi. Kunti menerima anugerah dari Resi Durwasa sehingga mampu memanggil dewa sesuai dengan keinginannya, dan juga dapat memperoleh anugerah dari dewa yang dipanggilnya. Pandu dan Kunti memanfaatkan anugerah tersebut untuk memanggil Dewa Yama, Bayu , dan Indra yang kemudian memberi mereka tiga putra. Arjuna merupakan putra ketiga, lahir dari Indra, pemimpin para Dewa. Dia lahir di lereng gunung Himawan, di sebuah tempat yang disebut Satsringa pada hari saat bintang Utara Phalguna tampak di zenith.
B. Pendidikan Arjuna
Arjuna dididik bersama dengan saudara-saudaranya yang lain (para Pandawa dan Korawa) oleh Drona. Kemahirannya dalam ilmu memanah sudah tampak sejak kecil. Pada usia muda ia mendapat gelar Maharathi atau "kesatria terkemuka". Dalam suatu ujian, Drona meletakkan burung kayu pada pohon, lalu menyuruh muridnya satu-persatu untuk membidik burung tersebut, kemudian menanyakan apa saja yang sudah mereka lihat. Banyak murid yang menjawab bahwa mereka melihat pohon, cabang, ranting, dan segala sesuatu yang dekat dengan burung tersebut, termasuk burung itu sendiri. Ketika tiba giliran Arjuna untuk membidik, Drona menanyakan apa yang dilihatnya. Arjuna menjawab bahwa ia hanya melihat burung saja, tidak melihat benda yang lainnya. Hal itu membuat Drona kagum dan meyakinkannya bahwa Arjuna sudah pintar.
        Pada suatu hari, ketika Drona sedang mandi di sungai Gangga, seekor buaya datang mengigitnya. Drona dapat membebaskan dirinya dengan mudah, namun karena ingin menguji keberanian murid-muridnya maka ia berteriak meminta tolong. Di antara murid-muridnya, hanya Arjuna yang datang memberi pertolongan. Dengan panahnya, ia membunuh buaya yang menggigit gurunya. Atas pengabdian Arjuna, Drona memberikan sebuah astra yang bernama Brahmasirsa. Drona juga mengajarkan kepada Arjuna tentang cara memanggil dan menarik astra tersebut. Menurut Mahabharata, Brahmasirsa hanya dapat ditujukan kepada dewa, raksasa, setan jahat, dan makhluk sakti yang berbuat jahat, agar dampaknya tidak berbahaya. 
C. Arjuna Mendapatkan Dropadi
        Dalam Adiparwa diceritakan bahwa Duryodana salah satu Korawa menganjurkan agar Pandawa beserta ibunya berlibur di suatu rumah di luar kerajaan. Sesungguhnya Duryodana telah mempersiapkan agar rumah tersebut dapat terbakar dengan mudah, karena ia membenci para Pandawa, terutama Bima. Widura, paman para Pandawa dan Korawa yang waspada meminta agar para Pandawa berhati-hati dan mempersiapkan cara untuk menghadapi kemungkinan buruk yang dapat terjadi. Saat para Pandawa menginap, Purocana, pesuruh Duryodana membakar rumah tersebut. Para Pandawa beserta ibunya berhasil lolos melalui terowongan yang telah digali sebelumnya. Mereka melarikan diri ke tengah hutan dan menumpang di rumah penduduk sekitar. 
         Pada suatu ketika, sekelompok brahmana berkumpul di tempat para Pandawa melarikan diri. Mereka membicarakan sebuah sayembara yang akan diadakan di Kerajaan Panchala. Para Pandawa datang ke tempat sayembara dengan menyamar sebagai kaum brahmana. Raja Drupada dari Panchala mengadakan sayembara untuk mendapatkan Dropadi, putrinya. Sebuah ikan kayu diletakkan di atas kubah balairung, dan di bawahnya terdapat kolam yang memantulkan bayangan ikan yang berada di atas. Aturan menyebutkan bahwa siapa pun yang berhasil memanah ikan tersebut dengan hanya melihat pantulannya di kolam, maka ia berhak mendapatkan Dropadi. 
        Berbagai kesatria mencoba melakukannya, namun tidak berhasil. Ketika Karna yang hadir pada saat itu ikut mencoba, ia berhasil memanah ikan tersebut dengan baik. Namun ia ditolak oleh Dropadi dengan alasan Karna lahir di kasta rendah. Arjuna bersama saudaranya yang lain menyamar sebagai Brahmana, turut serta menghadiri sayembara tersebut. Arjuna berhasil memanah ikan tepat sasaran dengan hanya melihat pantulan bayangannya di kolam, dan ia berhak mendapatkan Dropadi. Ketika para Pandawa pulang membawa Dropadi, mereka mengaku telah membawa sedekah. Ibu para Pandawa yang sedang sibuk, menyuruh mereka untuk membagi rata apa yang sudah mereka dapatkan. Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Kunti, maka para Pandawa bersepakat untuk membagi Dropadi sebagai istri mereka. Mereka juga berjanji tidak akan mengganggu Dropadi ketika sedang bermesraan di kamar bersama dengan salah satu dari Pandawa. Hukuman dari perbuatan yang mengganggu adalah pembuangan selama satu tahun

    D. Arjuna Dibuang Ke Hutan
Saat menjadi buangan selama 12 tahun di hutan setelah Puntadewa kalah dalam permainan dadu Arjuna pernah pergi untuk bertapa di gunung Indrakila dengan nama Begawan Mintaraga. Dia saat yang sama Prabu Niwatakaca dari kerajaan Manimantaka yang meminta Dewi Supraba yang akan dijadikan istrinya. Saat itu tak ada seorang dewapun yang dapat menandingi kehebatan Prabu Niwatakaca dan Patihnya Ditya Mamangmurka. Menurut para dewa, hanya Arjunalah yang sanggup menaklukan raja raksasa tersebut. Batara Indra lalu mengirim tujuh bidadari untuk memberhentikan tapa dari Begawan Mintaraga. Ketujuh bidadari tersebut adalah Dewi Supraba sendiri, Dewi Wilutama, Dewi Leng-leng Mulat, Dewi Tunjungbiru, Dewi Warsiki, Dewi Gagarmayang dan Dewi Surendra. Tetapi ketujuh bidadari tersebut tetap saja tidak berhasil menggerakkan sang pertapa dari tempat duduknya. Setelah ketujuh bidadari tersebut kembali ke kayangan dan melaporkan kegagalannya, tiba-tiba munculah seorang raksasa besar yang mengobrak-abrik gunung Indrakila. Oleh Ciptaning, Buta tersebut di sumpah menjadi seekor babi hutan. Lalu babi hutan tersebut dipanahnya. Disaat yang bersamaan panah seorang pemburu yang bernama Keratapura. Setelah melalui perdebatan panjang dan perkelahian, ternyata Arjuna kalah. Arjuna lalu sadar bahwa yang dihadapinya tersebut adalah Sang Hyang Siwa atau Batara Guru. Ia lalu menyembah Batara Guru. Oleh Bataar Guru Arjuna diberi panah Pasopati dan diminta mengalahkan Prabu Niwatakaca. Ternyata mengalahkan Prabu Niwatakaca tidak semudah yang dibayangkan. Arjuna lalu meminta bantuan Batari Supraba. Dengan datangnya Dewi Supraba ke tempat kediaman Prabu Niwatakaca, membuat sang Prabu sangat senang karena ia memang telah keseng-sem dengan sang dewi. Prabu Niwatakaca yang telah lupa daratan tersebut menjawab semua pertanyaan Dewi Supraba, sedang Arjuna bersembunyi di dalam gelungnya. Pertanyaan tersebut diantaranya adalah dimana letak kelemahan Prabu Niwatakaca, sang Prabu dengan tenang menjawab, kelemahannya ada di lidah. Seketika itu Arjuna muncul dan melawan Prabu Niwatakaca. Karena merasa di permainkan, Prabu Niwatakaca membanting Arjuna dan mengamuk sejadi-jadinya. Saat itu Arjuna hanya berpura-pura mati. Ketika Niwatakaca tertawa dan sesumbar akan kekuatannya, Arjuna lalu melepaskan panah Pasopatinya tepat kedalam mulut sang prabu dan tewaslah Niwatakaca.
            Arjuna lalu diangkat menjadi raja di kayangan Tejamaya, tempat para bidadari selama tujuh hari (satu bulan di kayangan = satu hari di dunia). Arjuna juga boleh memilih 40 orang bidadari untuk menjadi istrinya dimana ketujuh bidadari yang menggodanya juga termasuk dalam ke-40 bidadari tersebut dan juga Dewi Dresnala, Putri Batara Brahma. Selain itu Arjuna juga mendapat mahkota emas berlian dari Batara Indra, panah Ardadali dari Batara Kuwera, dan banyak lagi. Arjuna juga diberi kesempatan untuk mengajukan suatu permintaan. Permintaan Arjuna tersebut adalah agar Pandawa jaya dalam perang Baratayuda. Hal ini menimbulkan kritik keras dari Semar yang merupakan pamong Arjuna yang menganggap Arjuna kurang bijaksana. Menurut Semar, Arjuna seharusnya tidak egois dengan memikirkan diri sendiri dan tidak memikirkan keturunan Pandawa lainnya. Dan memang benar, kesemua Putra Pandawa yang terlibat dalam Perang Baratayuda tewas.
            Di saat Arjuna sedang duduk-duduk tiba-tiba datanglah Dewi Uruwasi. Dewi Uruwasi yang telah jatuh cinta terhadap Arjuna meminta dijadikan istrinya. Arjuna menolak secara halus, namun Dewi Uruwasi yang sudah buta karena cinta tetap mendesak. Karena Arjuan tetap menolak, Dewi Uruwasi mengutuknya akan menjadi banci kelak. Arjuna yang sedih dengan kutukan tersebut dihibur Batara Indra. Menurut Batara Indra hal tersebut akan berguna kelak dan tak perlu disesali.Setelah kembali dari Kayangan, Arjuna dan saudara-saudaranya harus menyamar di negri Wirata. Dan disinilah kutukan Dewi Uruwasi berguna. Arjuna lalu menjadi guru tari dan kesenian, dan menjadi banci yang bernama Kendri Wrehatnala. Di akhir penyamarannya, Arjuna kembali menjadi seorang ksatria dan mengusir para kurawa yang ingin mnghancurkan kerajaan Wirata. Arjuna lalu akan dikawinkan dengan Dewi Utari namun Arjuna meminta agar Dewi Utari dikawinkan dengan putranya yaitu RadenAbimanyu.
         Kendati Arjuna adalah seorang berbudi luhur namun ia tetap tidak dapat luput dari kesalahan. Hal ini menyangkut hal pilih kasih. Saat putranya Bambang Sumitra akan menikah dengan Dewi Asmarawati, Arjuna terlihat acuh tak acuh. Oleh Semar, lalu acara tersebut diambil alih sehingga pesta tersebut berlangsung dengan sangat meriah dengan mengadirkan dewa-dewa dan dewi-dewi dari kayangan. Arjuna kemudian sadar akan kekhilafannya dalam hal pilih-pilih kasih. Suatu pelajaran yang dapat dipetik disini adalah sebagai orang tua hendaknya tidak memilih-milih kasih pada anak-anaknya.

Flora & Fauna Di Indonesia

Pembagian Macam Flora & Fauna Berdasarkan Letak Garis Weber, Wallace Dan Flora & Fauna Langka Di Indonesia


    1.     Pembagian Macam Flora & Fauna Berdasarkan Letak Garis Weber Dan Wallace

 Garis weber adalah garis yang membatasi antara jenis flora dan fauna Indonesia bagian barat tengah atau tipe peralihan australis. Garis ini di tentukan berdasarkan hipotesis dari Max Wilhelm Carl Weber.
Garis Wallace adalah garis yang membatasi antara flora dan fauna Indonesia bagian tengah dan timur atau tipe asiatis dan tipe peralihan. Garis ini di tentukan berdasarkan hipotesis  dari Alfred Russel Wallace.
     2.     Flora Dan Fauna Indonesia Bagian Barat
           Daerah Indonesia yang meliputi bagian Barat :
·         Sumatra
·         Jawa
·         Kalimantan
·         Bali

A.    Flora Indonesia Bagian Barat
Flora yang terdapat di wilayah Indonesia bagian barat di dominasi oleh vegetasi hutan hujan tropis. Hal ini di karenakan kawasan ini memiliki curah hujan dan kelembaban yang cukup tinggi. Jenis flora di kawasan ini memiliki kesamaan ciri dengan flora di kawasan asia (Asiatis). Wilayah Indonesia bagian Barat juga banayak dijumpai hutan mangrove (hutan bakau), antara lain dipantai Timur Sumatra, pantai Barat dan Selatan Kalimanta, serta pantai Barat dan Utara Jawa. Flora bagian Barat mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
·         Memiliki berbagai jenis tumbuhan kayu berharga.
Contoh : Pohon jati, Pohon Meranti, Pohon Kruing, Pohon Mahoni
·         Selalu hijau sepanjang tahun.
·         Bersifat heterogen.

                                Selain itu, terdapat juga tumbuhan emdemik yaitu Raflesia Arnoldi di wilayah Sumatra.
           Ada flora yang hidup dibagian barat yaitu :
·         Pohon Cempaka
·         Raflesia Arnoldi
·         Pohon Jati
·         Pohon Meranti
·         Pohon Kruing
·         Pohon Karet
·         Pohon Mahoni
·         Pohon Kamper
·         Pohon Beringin
·         Pakis
·         Dst.

A.    Fauna Indonesia Bagian Barat
Fauna bagian Barat memiliki kesamaan dengan tipe Asia (Asiatis). Fauna Indonesia Barat disebut juga wilayah fauna dangkalan Sunda.
                                 Ciri-ciri Fauna bagian Barat (Oriental) :
·         Banyak mamalia berukuran besar
·         Banyak mamalia berjenis primate
·         Ditemukan jenis-jenis burung yang warna bulunya tidak menarik
·         Banyak jenis ikan air tawar
·         Terdapat hewam endemik


            Persebaran wilayah fauna Indonesia Barat menurut asal pulaunya meliputi :
·         Pulau Sumatera dan pulau-pulau kecil di sekitarnya (Nias, Enggano, Bangka, Belitung, Kepulauan Riau dll) memiliki fauna - fauna yang khas, seperti: gajah, tapir, badak bercula dua, harimau, siamang, dan orang utan.
·         Pulau Jawa dan pulau-pulau kecil di sekitarnya (Nusa Kambangan, Nusa Barung, Madura, Kepulauan Seribu, Pulau Vulkan Krakatau dll) memiliki badak bercula satu, harimau dan banteng.
·         Pulau Kalimantan memiliki badak bercula dua, macan tutul, orang utan, kera berhidung panjang, dan beruang madu.
·         Pulau Bali
            Beberapa jenis fauna yang terdapat di wilayah fauna Indonesia Barat menurut jenis faunanya antara lain :
·         Jenis mamalia, meliputi gajah, badak bercula satu, tapir, rusa, banteng, kerbau, monyet, orang utan, harimau, tikus, bajing, kijang, ajag, kelelawar, landak, babi hutan dan ikan pesut (sejenis lumba-lumba air tawar di sungai Mahakam).
·         Jenis reptil, meliputi buaya, kura-kura, kadal, ular, tokek, biawak, bunglon, dan trenggiling.
·         Jenis burung, meliputi burung hantu, elang, jalak, merak, kutilang dan berbagai macam unggas.
·         Jenis serangga, misalnya kumbang Badak (kumbang Jawa).

     3.     Flora Dan Fauna Indonesia Bagian Tengah
           Daerah Indonesia yang meliputi bagian Tengah:
·         Sulawesi
·         Daerah Nusa Tenggara
·         Maluku

A.     Flora Indonesia bagian Tengah
Daerah peralihan meliputi wilayah Pulau Sulawesi dan kepulauan di sekitarnya serta Kepulauan Nusa Tenggara. Di kawasan ini tidak kita jumpai adanya hutan yang lebat. Dengan ciri-ciri sebagai berikut :
·      Jenis hutan yang ada hanyalah hutan semusim atau hutan homogen yang tidak begitu lebat
·      memiliki curah hujan yang relatif lebih sedikit bila dibandingkan pulau-pulau lain di Indonesia.
·      Jenis tumbuhan yang mendominasi di wilayah Indonesia bagian tengah, antara lain, jenis palma, cemara, dan pinus.


PULAU
JENIS FLORA
Sulawesi
eboni, kayu besi, pinus, kayu hitam, rotan, dan beberapa jenis bunga anggrek
Nusa Tenggara
jati, sandelwood, akasia, cendana, dan beberapa jenis bunga anggrek
Maluku
sagu, meranti, gotasa, kayu besi, lenggua, jati, kayu putih, dan anggrek

B.     Fauna Indonesia bagian Tengah
Fauna Peralihan dan asli, terdapat dibagian tengah Indonesia, meliputi Sulawesi dan daerah Nusa Tenggara.
Di daerah ini terdapat jenis hewan seperti :
·         Kera
·         Kuskus
·         babi rusa
·         Anoa
·         burung maleo.

     4.     Flora Dan Fauna Bagian Timur
Persebaran wilayah flora dan fauna Indonesia Timur meliputi :
·         Kepulauan Maluku dan kepulauan kecil di sekitarnya
·         Papua (Irian) dan sekitarnya.

            A.       Flora Indonesia bagian Timur
Flora di wilayah Indonesia bagian Timur didominasi oleh hutan hujan tropis. Akan tetapi, jenis tumbuhannya berbeda dengan jenis tumbuhan di wilayah Indonesia bagian Barat. Jenis flora di wilayah hutan hujan tropis bagian Timur memiliki kesamaan dengan flora di kawasan Benua Australia, sehingga jenis floranya bersifat Australis.
Jenis Flora yang tumbuh di Indonesia Bagian timur adalah :
·         Sagu
·         Kemiri
·         Coklat
·         Jambu mete
·         Cengkih
·         Kayu manis
·         Wijen

            B.        Fauna Indonesia bagian Timur
Wilayah fauna Indonesia Timur berbatasan dengan Wilayah Fauna Indonesia Tengah dan dibatasi oleh garis khayal yaitu Garis Weber, dan termasuk dalam kelompok fauna dunia zona Australis.

                                 Beberapa jenis fauna yang hidup di wilayah Fauna Indonesia Timur antara lain :
·         Mamalia, terdiri atas kangguru, walaby, beruang, nokdiak (landak Irian), oposum layang (pemanjat berkantung), kuskus, kangguru pohon dan kelelawar.
·         Reptilia, terdiri atas buaya, biawak, ular, kadal dan kura-kura
·         Amfibia, terdiri atas katak pohon, katak terbang dan katak air
·         Burung, terdiri atas nuri, raja udang, cendrawasih, kasuari dan namudur
·         Berbagai jenis ikan
·         Berbagai macam serangga
Karakteristik fauna Indonesia bagian timur lebih dari separuhnya sama dengan fauna Australis, karena Pulau Irian (Papua dan Papua Nugini) menyatu dengan daratan Australia menjadi Dangkalan Sahul pada era Pelistocene (zaman es). Flora dan fauna Australia jauh berbeda dengan flora dan fauna yang berasal dari bagian dunia lain. Keanekaragaman marsupial (mamalia berkantung) yang sangat tinggi, yang mengisi peran ekologis di Australia yang analog dengan peran ekologis yang diisi oleh mamalia berplasenta pada benua lain, hanya merupakan salah satu contoh dari keunikan kolehsi spesies Australia. Hewan marsupial mungkin berkembang pertama kali di tempat yang sekarang menjadi Amerika Utara dan mencapai Australia melalui Amerika Selatan dan Antartika ketika kedua benua itu masih menyatu. Pemisahan daratan yang terjadi selanjutnya membuat Australia ‘mengapung’ seperti perahu raksasa yang penuh dengan marsupial. Di Australia, marsupial berkembang dan menjadi beraneka ragam, sementara mamalia berplasenta berkembang dan menjadi beranekaragam di benua lain. Australia telah terisolasi selama 50 juta tahun. Kelelawar, tikus, mencit, dan manusia (dan hewan ternak yang dijinakkannya) adalah semua jenis mamalia berplasenta yang berhasil hidup dan memenuhi benua pulau itu.

      5.     Flora Dan Fauna Langka Dilindungi

A.       Flora Langka di Indonesia
·         Anggrek Hitam
·         Rafflesia Arnoldi
·         Mangga Kasturi
·         Kantong Semar
·         Bayur
·         Meranti Merah
·         Cendana
·         Kayu Gaharu
·         Anggrek Larat
·         Anggrek Tebu
·         Korma Rawa
·         Daun Payung
·         Bertan
·         Damar
·         Jelutung
·         Tembesu

B.     Fauna Langka di Indonesia
·         Babi rusa - terdapat di Sulawesi Utara.
·         Jalak bali - terdapat di Jawa, Madura, Bali dan Sumatra.
·         Badak - terdapat di Sumatra, Kalimantan dan Jawa.
·         Banteng - terdapat di Jawa dan Kalimantan.
·         Komodo -terdapat di Pulau Flores dari Pulau Komodo.
·         Kasuari - terdapat di Papua.
·         Burung Cendrawasih - terdapat di Papua.
·         Kakatua - terdapat di Papua.
·         Gajah - terdapat di Sumatra.
·         Anoa (sapi hutan) - terdapat di Sulawesi.
·         Siamang - terdapat di Sumatra.
·         Orangutan (mawas) - terdapat di Sumatra Utara, Klaimantan.
·         Merak - terdapat di Papua.
·         Kuskus - terdapat di Sumatra, Kalimantan.
·         Tapir (tenuk) - terdapat di Sumatra,   Kalimantan.
·         Maleo - terdapat di Papua.
·         Macan tutul - terdapat di Sumatra, Jawa.
·         Alap-alap.
·         Penyu - terdapat di Sumatra, Sulawesi, Pantai Jawa.
·         Trenggiling - terdapat di Sumatra, Jawa, Bali dan Kalimantan.
·         Harimau loreng - terdapat di Jawa, Sumatra.
·         Rangkok - terdapat di kalimantan.