Sabtu, 05 November 2016

GAP Sosial Ekonomi Dalam Pertemanan



GAP Sosial Ekonomi Dalam Pertemanan


             Sosial ekonomi adalah kedudukan atau posisi seseorang dalam kelompok masyarakat yang ditentukan oleh jenis aktivitas ekonomi, pendidikan serta pendapatan. Dalam pembahasannya sosial dan ekonomi sering menjadi objek pembahasan yang berbeda. Dalam konsep sosiologi manusia sering disebut dengan makhluk sosial yang artinya manusia tidak dapat hidup wajar tanpa adanya bantuan dari orang lain, sehingga arti sosial sering diartikan sebagai hal yang berkanaan dengan masyarakat. Ekonomi barasal dari bahasa Yunani yaitu oikos yang berarti keluarga atau rumah tangga dan nomos yang berarti peraturan.

1.   Faktor Yang Menentukan Sosial Ekonomi Masyarakat

Kurang meratanya pendidikan merupakan salah satu penyebab buruknya sosial ekonomi seseorang dalam masyarakat
Ada beberapa faktor yang dapat menentukan tinggi rendahnya keadaan sosial ekonomi seseorang dalam masyarakat yaitu:
  1.        Tingkatgkat pendidikan.
  2.        Jenis pekerjaan.
  3.        Tingkat pendapatan.
  4.        Keadaan rumah tangga.
  5.        Tempat tinggal.
  6.        Kepemilikan kekayaan.
  7.        Jabatan dalam Organisasi.
  8.        Aktivitas ekonomi
Manusia adalah homo socius artinya makhluk yang akan bermakna jika ada teman/kawan. Sedangkan arti teman menurut ahli psikologi perkembangan dibedakan menjadi 2 fase perkembangan status sosial anak-anak dan dewasa.

1.    Pada orang dewasa, teman adalah suatu ikatan relasi dengan orang lain, dimana kepercayaan, pengertian, pengorbanan dan saling membantu satu sama lainnya akan terjalin dalam periode yang lama.

2. Pada anak-anak pertemanan terjalin tidak untuk waktu yang lama, terkadang bila terjadi masalah yang kecil saja, jalinan tersebut akan terputus tanpa makna apa- apa. Just that its.
Teman itu mempunyai makna yang dalam yang memiliki kualitas sikap hidup lebih tinggi dari pada seseorang yang dicintai .Di dalam kebudayaan Indonesia umumnya orang yang kita kenal atau bahkan baru dikenal, kita menyebutnya sebagai teman. Namun tidak demikian halnya dengan kebudayaan Barat, teman atau friend memiliki kualitas-kualitas tertentu. Bahkan esensi kata teman lebih kuat dari pada orang yang dicintai menurut dramawan Inggris Oscar Wilde “Love is all very well in its way, but friendship is much higher” Menurut sejarah, perkembangan kata teman yang awalnya adalah yang dicintai atau lover, dalam bahasa Yunani adalah philos dan artinya mencintai.

            Kata ini sama dengan kata Old Inggris fr on, yang di kemudian berubah menjadi friend. Kemudian kata ini berkembang di Jerman dengan istilah *frithu-, yang artinya damai atau peace atau pembuat kedamaian. Karena itulah maka tidak heran muncul nama Frederick. Dalam kepercayaan kuno Jerman istilah frithu- itu berhubungan dengan dewi Frigg yaitu dewi cinta yang konon katanya kemunculannya selalu pada hari Jumat atau Friday. Maka berbahagialah bagi anda yang lahir pada hari Jumat dan sekaligus bernama Jumat atau Frigg/Frederick dsb. karena itu berarti anda dilahirkan sebagai pembawai damai dan cinta.
Beberapa kualitas (Oxford, 2008) yang muncul dalam teman atau friend adalah sebagai berikut:

a. Person whom one knows, likes, and trusts.

b. A person with whom one is allied in a struggle or cause; a comrade.

c. One who supports, sympathizes with, or patronizes a group, cause, or movement:

Bisa Dipercaya, Sebagai seorang teman maka dia haruslah menjadi orang yang sungguh-sungguh dikenal, menyenangkan dan dipercaya. Dia mau mendengar keluh kesah, penderitaan, dan menyimpannya sungguh-sungguh itu menjadi bagian dan rahasia dirinya.
             Berempati,Kecerdasan bentuknya sangat multidemensial. Salah satu wujud kecerdasan itu adalah kecakapan emosi yang direpresentasikan dalam bentuk kemampuan untuk berempati, mengerti atau mengambil posisi atau keadaan temannya.
             Pendorong kualitas berikut yang harus dimiliki seorang teman adalah bahwa dia bisa berperan sebagai pendorong atau yang memeberi motivasi. Orang dikatakan motivator bila dia rela menanggung beban atau berkorban akan dirinya, investasinya baik sisi keuangan, waktu, tenaga, pikiran dan apa yang ada pada dirinya.

            Teman bersifat positif demi kemajuan orang lain. Teman rela berkorban. Teman tidak menuntut dari apa yang diberikan. Teman tidak memaksa dan mengikat dalam satu ikatan formal namun memberikan jiwa pembebasan. Teman tidak merendahkan namun justru menumbuhkembangkan potensi orang lain melalui kapasitas dan investasi yang dimilikinya. Semuanya itu bagai air yang disiramkan kepada benih yang tumbuh di hati.
Dalam suatu pertemanan, biasanya diukur dengan kesamaan social dan ekonomi. Dalam segi social yaitu biasanya sepasang teman itu akan saling melihat pergaulan yang dilakukan oleh temannya itu dengan teman yang lainya. Apabila temannya ini bergaul dengan teman yang dilihatnya cocok dengan teman yang lainnya, maka teman yang pertama ini pun ikut bergaul dengan teman dari temannya tersebut. Dan disinilah terjadi pertemanan yang lebih baik lagi dari segi social dan akan bertambah teman lagi apabila dirasa cocok dan klop dalam pergaulan sosialnya.
Dan jika dilihat dari segi ekonomi, biasanya seorang teman akan berteman dan berhubungan baik dengan temannya apabila memiliki level yang sama dan mungkin tidak beda jauh jika dilihat dari segi ekonomi. Karena hal ini akan mempengaruhi keakraban dalam suatu pertemanan.
Mungkin sekian tulisan saya semoga dari tulisan saya semoga bermanfaat bagi para pembaca, sebagai hal yang inspiratif juga. Dan saya ucapkan trimakasih pada para pembaca yang telah membaca tulisan saya pada kesempatan ini. Salammm......
 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar