Selasa, 18 Juni 2019

Logo PTN

Universitas Tadulako









UNTAD memiliki lambang berupa logo berbentuk segi 5 (lima) berwarna merah darah yang didalamnya terdapat:Lambang UNTAD mengandung makna keutuhan untuk mencapai keluhuran dan martabat kehidupan yang mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa, kebenaran, dan kemanusiaan sesuai dengan falsafah bangsa Indonesia, yakni Pancasila.Lambang UNTAD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memiliki makna sebagai berikut:

1.  Sebuah pigura berwarna kuning emas dibatasi garis berwarna hitam dengan dua tanduk menopang dengan tajam ke atas (kearah) puncak (langit);
2.  Pada bagian atas terdapat gerigi berjumlah 18 (delapan belas) dan di bagian bawah terdapat gerigi berjumlah 8 (delapan);
3.  Di tengah-tengah pigura terdapat belah ketupat, yang didalamnya terdapat bulatan;
4.  Pada bagian bawah terdapat dua buah lilitan roda (kaki bertumpuk) yang ditopang oleh bumi.
5. Pigura berwarna kuning emas dibatasi garis berwarna hitam bermakna berbudaya dan berbudi luhur;
6. Dua tanduk menopang dengan tajam ke atas (kearah) puncak (langit) bermakna keutamaan;
7.  Belah ketupat dan didalamnya terdapat bulatan bermakna empat arah angin dengan berintikan ilmu pengetahuan;
8.  Dua buah lilitan roda (kaki bertumpuk) yang ditopang oleh bumi bermakna kaki bersimpuh.File Logo UNTAD standar dalam format PNG (dan transparan tanpa latar belakang.
9. Dalam bahasa Indonesia terdapat kata kitab yang diserap dari bahasa Arab (كتاب), yang memiliki arti buku. Kemudian pada penggunaan kata tersebut, kata kitab ditujukan hanya kepada sebuah teks atau tulisan yang dijilid menjadi satu. Biasanya kitab merujuk kepada jenis tulisan kuno yang mempunyai ketetapan hukum, atau dengan kata lain merupakan undang-undang yang mengatur. Istilah kitab biasanya digunakan untuk menyebut karya sastra para pujangga pada masa lampau yang dapat dijadikan sebagai bukti sejarah untuk mengungkapkan suatu peristiwa masa lampau seperti halnya Kitab suci. Kerajaan-kerajaan di Nusantara pada masa lampau memberi kedudukan yang penting bagi para pujangga untuk menceritakan kehidupan dan kekuasaan raja-raja pada waktu itu untuk diriwayatkan dengan cara ditulis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar